Fatwa-Fatwa Sekitar Ilmu (14)
// Juli 3rd, 2009 // Fatwa-Fatwa, Ilmu
28. Syaikh ditanya :
Kadang-kadang ada orang yang mengetahui sesuatu dan memerintahkan hal itu kepada orang lain akan tetapi dia sendiri tidak mengamalkannya baik yang fardhu ataupun yang sunnah. Bolehkah dia menyuruh orang lain dengan apa yang tidak diamalkannya ? Apakah wajib bagi orang yang diperintah untuk melaksanakan perintah orang itu ataukah dengan alasan orang itupun tidak mengamalkannya lalu diapun tidak mengamalkan apa yang diperintahkan karena mengikuti orang itu ?
Beliau menjawab :
Di sini ada dua hal. Pertama orang yang menda’wahkan kebaikan tapi dia tidak mengamalkannya. Kita katakan kepada orang itu : Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ(2)كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ(3)
” Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan. Sungguh besar kebencian di sisi Allah kalau kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” ( Ash Shaf : 2-3).
Saya merasa heran bagaimana seorang yang percaya bahwa ini adalah kebenaran dan percaya bahwa beribadah dengan hal ini akan mendekatkan diri kepada Allah dan percaya bahwa dia adalah hamba Allah lalu tidak mengamalkannya ? Sungguh ini sesuatu yang mengherankan yang menunjukkan kebodohannya dan menikamkan celaan pada dirinya berdasarkan firman Allah :
لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ
” Mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan ?”
Kita katakan kepada orang ini :” Engkau berdosa karena tidak mengamalkan apa yang engkau ketahui dan tidak mengamalkan apa yang engkau da’wahkan. Seandainya engkau memulai dari diri sendiri maka pasti hal ini sesuai dengan akal dan hikmah. Adapun tentang orang yang diperintah tadi maka dia tidak boleh beralasan dengan perbuatan orang yang memerintah tadi. Maka apabila dia diperintah dengan kebaikan wajiblah dia menerima, wajiblah menerima kebenaran dari setiap orang yang mengatakan kebenaran tersebut dan tidak menyepelekan ilmu.
29. Syaikh ditanya :
Ada nasihat Anda kepada orang yang ingin mempelajari ilmu syar’iy tetapi dia jauh dari ulama tetapi dia mempunyai sejumlah kitab baik yang pokok maupun yang mukhtashar (ringkasan) ?.
Beliau menjawab :
Saya nasihatkan dia untuk tetap ulet dalam mencari ilmu dan memohon pertolongan kepada Allah Azza Wa Jalla kemudian setelah itu minta bantuan kepada ahli ilmu karena sebenarnya bila seseorang menerima ilmu dari seorang ulama maka itu akan lebih efektif (ringkas) dari segi waktu dibandingkan apabila dia menelaah sendiri terhadap banyak kitab dan beragamnya pendapat. Saya tidak akan megatakan seperti yang dikatakan oleh banyak orang bahwa tidak mungkin memperoleh ilmu kecuali dari seorang yang alim atau syaikh. Ini tidaklah benar karena kenyataan membuktikan kedustaan hal itu akan tetapi bila engkau belajar kepada seorang guru maka hal itu akan menerangi jalanmu dan lebih efektif.Fatwa-Fatwa Sekitar Ilmu (14)
// Juli 3rd, 2009 // Fatwa-Fatwa, Ilmu
28. Syaikh ditanya :
Kadang-kadang ada orang yang mengetahui sesuatu dan memerintahkan hal itu kepada orang lain akan tetapi dia sendiri tidak mengamalkannya baik yang fardhu ataupun yang sunnah. Bolehkah dia menyuruh orang lain dengan apa yang tidak diamalkannya ? Apakah wajib bagi orang yang diperintah untuk melaksanakan perintah orang itu ataukah dengan alasan orang itupun tidak mengamalkannya lalu diapun tidak mengamalkan apa yang diperintahkan karena mengikuti orang itu ?
Beliau menjawab :
Di sini ada dua hal. Pertama orang yang menda’wahkan kebaikan tapi dia tidak mengamalkannya. Kita katakan kepada orang itu : Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ(2)كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ(3)
” Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan. Sungguh besar kebencian di sisi Allah kalau kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” ( Ash Shaf : 2-3).
Saya merasa heran bagaimana seorang yang percaya bahwa ini adalah kebenaran dan percaya bahwa beribadah dengan hal ini akan mendekatkan diri kepada Allah dan percaya bahwa dia adalah hamba Allah lalu tidak mengamalkannya ? Sungguh ini sesuatu yang mengherankan yang menunjukkan kebodohannya dan menikamkan celaan pada dirinya berdasarkan firman Allah :
لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ
” Mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan ?”
Kita katakan kepada orang ini :” Engkau berdosa karena tidak mengamalkan apa yang engkau ketahui dan tidak mengamalkan apa yang engkau da’wahkan. Seandainya engkau memulai dari diri sendiri maka pasti hal ini sesuai dengan akal dan hikmah. Adapun tentang orang yang diperintah tadi maka dia tidak boleh beralasan dengan perbuatan orang yang memerintah tadi. Maka apabila dia diperintah dengan kebaikan wajiblah dia menerima, wajiblah menerima kebenaran dari setiap orang yang mengatakan kebenaran tersebut dan tidak menyepelekan ilmu.
29. Syaikh ditanya :
Ada nasihat Anda kepada orang yang ingin mempelajari ilmu syar’iy tetapi dia jauh dari ulama tetapi dia mempunyai sejumlah kitab baik yang pokok maupun yang mukhtashar (ringkasan) ?.
Beliau menjawab :
Saya nasihatkan dia untuk tetap ulet dalam mencari ilmu dan memohon pertolongan kepada Allah Azza Wa Jalla kemudian setelah itu minta bantuan kepada ahli ilmu karena sebenarnya bila seseorang menerima ilmu dari seorang ulama maka itu akan lebih efektif (ringkas) dari segi waktu dibandingkan apabila dia menelaah sendiri terhadap banyak kitab dan beragamnya pendapat. Saya tidak akan megatakan seperti yang dikatakan oleh banyak orang bahwa tidak mungkin memperoleh ilmu kecuali dari seorang yang alim atau syaikh. Ini tidaklah benar karena kenyataan membuktikan kedustaan hal itu akan tetapi bila engkau belajar kepada seorang guru maka hal itu akan menerangi jalanmu dan lebih efektif.
Selasa, 21 Juli 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
